Cinta
memainkan peran yang demikian penting dalam sebuah rumah tangga. Bagi masyarakat
Barat dan pada umumnya masyarakat dewasa ini memandang bahwa satu-satunya
landasan suatu pernikahan adalah cinta. Cinta romantis biasanya diawali oleh
daya tarik seksual. Seseorang akan meluangkan waktu dengan seseorang pula
(perempuan maupun laki-laki) jika ia merasakan adanya daya tarik seksual itu.
Ketika ditemukan bahwa seseorang memiliki perasaan yang sama dengan orang yang
ia sediakan waktu luang itu maka dapat diberi label bahwa itulah perasaan cinta.
Media ini berisi perspektif saya terhadap realitas dan fenomena.Terimakasih telah bersama saya.
Thursday, November 29, 2012
Tuesday, November 27, 2012
Puisi
Historia
Maka senjapun datang
air mata menjelma kunangkunang
menarinari di sela gemintang
ditantang ia melintang
di hati ia menghadang
lalu lelap berselimut petang
MATA MERAH PAK UDING
Syamsuddin Simmau
Pak
Uding termangu. Matanya menerawang. Sesekali lelaki berusia 65 tahun itu
mendesah. Bukan lantaran menghabiskan tiga bungkus rokok setiap hari. Tapi
dadanya memang begemuruh. Ada yang mengganjal. Pikirannya kusut. Matanya merah.
Sudah tiga hari ia tak bisa memejamkan mata.
Bagaimana
tidak, pernikahan anak semata wayangnya dibatalkan secara sepihak. “Lelaki
bangsat !” geramnya. Lagi-lagi Pak Uding membuang napas panjangnya. Jemari
tuanya bergetar.
Sunday, November 25, 2012
Bentuk Keluarga
Menurut Henslin (2006:116) ada beberapa bentuk keluarga, yaitu:
a)Keluarga batih (nuclear family), yang terdiri atas suami, isteri dan anak-anak.
b)Keluarga besar (extended family), yaitu keluarga yang tidak hanya terdiri atas
suami, isteri dan anak-anak tapi juga termasuk kakek, nenek, bibi, paman dan
saudara sepupu.
c)Keluaga orientasi (orientation family) yaitu keluarga dimana individu tumbuh dan
berkembang.
d)Keluarga prokreasis (procreation family), yaitu keluarga yang terbentuk jika suatu
pasangan memperoleh anak pertama.
Selain bentuk-bentuk keluarga tersebut, Goode (2004: 91) juga menyebut bentuk keluarga lain, yaitu keluarga gabungan (joint family). Bentuk keluarga ini terdiri dari orang-orang yang berhak atas kasil-hasil milik keluarga. Bentuk keluarga ini ditemukan di India, dimana saudara-saudara laki-laki generasi manapun bersama dengan anak-anak laki-laki mereka pada generasi berikutnya tambah anak laki-laki dari generasi ke tiga. Dalam hal ini mencakup semua saudara laki-laki pada setiap generasi dalam garis lurus dari beberapa saudara laki-laki tertentu selama unit tersebut masih lengkap. Penekanan berada pada saudara laki-laki karena menurut adat Hindu, anak laki-laki telah memiliki hak atas kekayaan keluarga sejak ia lahir.
Saturday, November 24, 2012
Sang Penari
Syamsuddin Simmau
Diach bukan penari sembarangan.
Ia adalah ratu penari. Penari
penakluk.
Rambutnya berkibas bagai kawat baja.
Matanya bagai kucing betina lapar.
Sepulang
menari, Diach melepas busananya satu-satu. Kancing atas kemejanya, kencing ke
dua, tiga, dan ke empat. Lepas. Jean berwarna hitam, ketat juga dibuka.
Kancing, lalu kancing ritsleting. Kaki kanan, lalu kaki kirinya dilepas. Diach
kini hanya pakaian dalamnya yang berwarna serba hitam. Dua luka seperti bekas
cakaran tergambar jelas diatas buah dadanya yang bagian kanan. Tampaknya luka
itu luka bekas cakaran. Busana putih dan jeans hitam yang menemaninya seharian
tergeletak di atas restbang yang ditutup seprei putih. Diach perempuna yang tak
mengenal lelah.
Thursday, November 22, 2012
Keluarga dan Masyarakat
-->
Pendapat
Henslin (2006:116), sebagaimana telah dijelaskan juga pada bab terdahulu bahwa
keluarga (family) terdiri atas
individu-individu yang menganggap bahwa mereka memiliki hubungan darah,
pernihakan atau adopsi. Di negara-negara barat batas-batas antara rumah tangga dan keluarga tidak jelas
karena mereka menganggap bahwa keluarga terdiri dari seorang suami, istri dan
anak-anak. Tapi kenyataannya, ada juga rumah tangga yang hidup serumah dengan
mertua atau orang tua mereka. Karena itu, keluarga dan rumah tangga bagi
Henslin tidak terlalu dikotomikan.
Berdasar
pada pandangan Henslin tersebut maka
Sunday, November 18, 2012
Masyarakat dan Individu dalam Konstruksi Teori
Pada
mulanya para perintis teoritis sosiologi memandang bahwa masyarakat dan
individu adalah dua hal yang berdiri sendiri. Pandangan ini sangat ektrem
terhadap keduanya. Bagi Comte, Spenser, Karl Marx, Durkheim, masyarakatlah yang
menentukan perilaku indivudu. Menurt Comte, masyarakat bersifat organik dimana
individu sedemikian hebatnya dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan
sosialnya, sehingga satuan masyarakat yang azasi bukanlah individu, melainkan
keluarga-keluarga (Johnson, 1986: 90). Semenara Marx memandang bahwa baik kehidupan
individu maupun masyarakat sesungguhnya ditentukan oleh faktor dari luar, yaitu
faktor ekonomi. Karena itu, interaksi yang terjadi dalam masyarakat adalah
interaksi ekonomi. Kenyataan-kenyataan sosial tidak ditemukan di dunia abstrak
dalam diri individu tapi justru ditemukan di pabrik-pabrik, di tambang-tambang
dan industri lainnya. Marx memandang bahwa cara individu melihat dunia
dikondisikan oleh kedudukannya (kelas) yang tertentu dalam lingkungan materil
dan sosialnya ((Johnson, 1986: 131).
Demikian
halnya dengan Durkheim, dalam teori Fakta Sosial, Durkheim memandang
bahwa
Subscribe to:
Posts (Atom)