Wednesday, December 4, 2013

KESEHATAN MENTAL DALAM PERSPEKTIF KEBUDAYAAN MAKASSAR



Syamsuddin Simmau


Pendahuluan
            Dalam sebuah kesempatan yang membahagiakan tahun, 2012 lalu, saya mendapat kehormatan mendengarkan perbincangan informal antara Prof. Dr. H. Rusli Ngatimin (FKM), Prof. Dr. Maria E. Pandu (Sosilogi) dan Prof. Dr. H.Mahmud Tang (Antropologi), ketiganya adalah Guru Besar di Universitas Hasanuddin Makassar. Selama tiga kali pertemuan, tiga pakar tersebut banyak mengupas nilai-nilai budaya asli (indigenous) yang berpotensi digunakan untuk mendukung peningkatan taraf kesehatan ibu dan anak di Sulawesi Selatan. Mengingat, tingkat kematian ibu dan anak di daerah ini dipandang masih tinggi. Ketika itu, tentulah saya lebih banyak mendengar sambil melakukan beberapa pencatatan.  

Sunday, September 29, 2013

Nilai dan Keluarga



Syamsuddin Simmau

Clyde Kluckhohn mengatakan bahwa sebuah nilai adalah sebuah konsepsi, eksplisit atau implicit, yang khas milik seseorang individu atau suatu kelompok, tentang yang seharusnya diinginkan yang memengaruhi pilihan yang tersedia dari bentuk-bentuk, cara-cara, dan tujuan-tujuan tindakan dikutip dari Amri Marzali (2009:105).

Selanjutnya Marzali mengemukanan bahwa salah satu hal yang membedakan antara nilai (value) dan kepercayaan (belief) adalah; nilai mengacu pada kategori “good” dan “bad” atau baik dan buruk, dan atau “right” dan “wrong” atau betul dan salah. Sementara kepercayaan mengacu pada “true” dan “false” atau benar dan salah (tidak benar) dan “correct” and “incorrect” atau benar dan tidak benar. 

Sayangnya, bahasa Indonesia memiliki keterbatasan kosa kata untuk mengimbangi kosa kata bahasa Inggris. Sehingga, kata “true” dan “right”, kedua kata ini sering diartikan “benar” atau “wrong” dan “false”, sering diartikan salah, sehingga sulit dibedakan. Padahal, right dan true adalah dua hal yang berbeda. Right mengacu pada kebenaran teknis berdasarkan indikator yang bersifat temporer dan lokal, sementara true mengacu pada kebenaran hakiki yang telah diuji dengan indikator yang variatif dari  berbagai right dari lokalitas masing-masing. 

Dengan demikian, nilai seorang individu akan berbeda dengan individu lainnya, demikian halnya dengan kelompok dan masyarakat. Sementara kebenaran, bisa diakui bersama oleh individu maupun kelompok dan masyarakat. Dengan kata lain, kumpulan “right” mengacu pada lahirnya “true”. 

Sementara dalam konsepsi agama, true mengacu pada kebenaran ilahiah berdasarkan indikator universal yang dituangkan dalam kitab suci-kitab suci. Dalam hal ini, nila-nilai agama bersifat universal sementara nilai-nilai individu dan masyarakat bersifat lokalitas. 

Mengapa konsep nilai ini penting dibicarakan karena kadang seseorang atau kelompok masyarakat lainnya cenderung menyalahkan individu atau kelompok masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang mereka anut. Padahal, nilai-nilai individu ataupun masyarakat satau dengan lainnya berbeda satu sama lain. Akhirnya, terjadi konflik horizontal yang tidak mampu lagi dimenej sebagai sebuah energi perubahan ke arah perwujudan tatanan yang lebih baik. Disinilah pentingnya dibangun komunikasi antar individu (agen) serta intra masyarakat dan antar masyarakat.  
Dalam rumah tangga, perceraian kadang terjadi karena adanya pelanggaran nilai-nilai individu dan atau masyarakat dimana individu itu berasal oleh pasangannya. Pelaggaran nilai-nilai tersebut yang tidak disertai dengan rasa penyesalan dan penghargaan terhadap nilai individu lain, seperti suami dan istri, berakibat pada terjadinya penurunan derajat kepercayaan (trust) antar individu dalam rumah tangga. Penurunan kepercayaan pada individu memfasilitasi munculnya kecurigaan satu dengan lainnya. Dalam kondisi ini, biasanya orang lain (pihak di luar rumah tangga) dilibatkan baik langsung maupun tidak langsung. Sementara pihak lain ini juga memiliki nilai sendiri. Sehingga terjadi benturan nilai-nilai individu yang semakin kompleks. Akibatnya terjadi perceraian. 
Agar perceraian tidak terjadi maka pemahaman tentang nilai-nilai yang dianut seorang individu sangat penting dipahami dalam membangun sebuah rumah tangga. Disinilah pentingnya dilakukan “Kursus pra nikah” sebelum dua individu mengikat kontrak sosial yang disebut pernikahan.

Monday, February 4, 2013

Modal Sosial


Field (2010:1) mengemukakan bahwa teori modal sosial pada intinya merupkan teori yang paling tegas. Tesis sentralnya adalah hubungan atau jaringan (network). Orang berhubungan melalui serangkaian jaringan dan mereka cenderung memiliki kesamaan nilai dengan anggota lain dalam jaringan tersebut, karenanya hal ini dapat dipandang sebagai modal. Artinya, semakin banyak seseorang mengenal orang dan semakin banyak dia memliki cara pandang yang sama dengan mereka maka semakin kayalah modal sosial orang tersebut.
Sejalan dengan pengertian di atas, Fukuyama (2007: 37) menulis bahwa social capital (modal sosial) adalah kapabilitas yang muncul dari kepercayaan umum di dalam sebuah masyarakat atau bagian-bagian tertentu darinya. Modal sosial dapat dilembagakan dalam kelompok sosial yang paling kecil dan mendasar, demikian juga kelompok-kelompok sosial yang lebih besar, negara dan seluruh kelompok lain yang ada di antaranya.
Sementara itu, Hasbullah (2006:9-16) mengemukakan beberapa unsur pokok modal sosial, yaitu:
1)    Partisipasi dalam jaringan
2)    Resiprositas
3)    Trust
4)    Norma sosial
5)    Nilai-nilai
6)    Tindakan yang proaktif
Lebih jelas, Hasbullah (2006:25-29) juga mengemukakan dimensi dan tipologi modal sosial, yaitu:
1) Modal sosial terikat; modal sosial ini bersifat eksklusif. Pada tipe ini, kelompok maupun anggotanya cenderung melihat ke dalam kelompok mereka. Ragam masyarakat dan individu yang menjadi anggotanya cenderung bersifat homogenius. 
2) Modal sosial yang menjembatani; modal sosial ini biasa juga disebut modal sosial bentuk modern. Prinsip-prinsip yang dibangun dalam tipologi ini adalah prinsip universal tentang persamaan, kebebasan, nilai-nilai kemajemukan dan kemanusiaan yang terbuka dan mandiri.

Monday, January 28, 2013

Keterjaminan (Sekuritas) Sosial


Ketika seseorang mengalami masalah sosial maka masyarakat dan struktur sosial dapat digunakan dan atau berperan dalam memberikan dukungan. Dukungan ini disebut dukungan sosial. Dalam hal ini, Keterjaminan Sosial (Social Security) dan Modal Sosial (Social Capital) merupkan energi yang dapat dimanfaatkan dan atau bermanfaat dalam mendukung kelangsungan hidup seseorang untuk keluar dari masalah sosial yang dihadapi. Pada edisi ini, kita akan membahas mengenai Keterjaminan Sosial atau Social Security.

Tuesday, January 22, 2013

Janda Cerai Gugat sebagai Orang Tua Tunggal


Janda (widow) adalah penamaan yang diberikan oleh masyarakat kepada perempuan yang ikatan pernikahan dengan suaminya dinyatakan terputus, dalam pasal 38 UU No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan terputusnya ikatan perkawinan dapat seisebabkan oleh kematian (ayat 1), perceraian (ayat 2), dan atas keputusan pengadilan (ayat 3).

Monday, January 21, 2013

Dampak Perceraian


1)    Perceraian dan bunuh diri
Durkheim (Johnson, 1986:193) mengemukakan bahwa perubahan-perubahan yang mendadak dalam masyarakat, seperti krisis ekonomi yang parah atau periode-periode ekspansi dan kesejahteraan yang tidak lazim,

Sunday, January 20, 2013

Perceraian dan Penyebabnya


Dari cintalah sebuah rumah tangga itu bermuasal. Namun, muncul pertanyaan, “Bagaimana dengan perceraian ?” Bagaimana mungkin terjadi perceraian jika sebuah rumah tangga berlandaskan atas cinta ?
Perceraian menurut pandangan Collins (1987:2380), adalah ketika hancurnya sebuah kekuasaan,

Friday, January 18, 2013

Perceraian


Pramono (2007:29) menjelaskan bahwa ada dua jenis perceraian, yaitu cerai gugat dan cerai talak. Hakikat cerai talak ialah, ikrar talak yang diucapkan suami terhadap isterinya, setelah ada putusan Pengadilan Agama yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, putusan mana berisi mengizinkan kepada suami untuk mengucapkan ikrar talak terhadap isterinya itu.

Monday, December 31, 2012

Bulan di Atas Tarakan

Bulan di atas Laut Tarakan
memang tak kuasa menahan senja
ia Amor yang digilas maut
biarlah 
sebab ia adalah pintu pagi yang terbuka diamdiam
tersenyum pada rimbun hutan lindung kota
melambai pada loncat bekantan yang menyeringai
di KKMB
menyapa kepiting soka yang merayap di sela akar bakau
dan kapah yang diam malumalu

Aduhai elang laut yang terpenjera di bawah pohon Jawa
rayuan gelombang yang merayu di Pantai Amal
mengajaknya kembali berkelana mengendara angin
tak kuasa ia
baginya, manusia adalah kutukan
yang menahan bebasnya dengan rantai besi
bagai kisah para romusha di pulau Tarak
ada bangkerbangker yang menulis kisahnya walau diam

Bulan di atas Tarakan
menjelma mata nelayan pemacing
yang menarinari melikliuk bagai tari jepin Bangsa Tidung

Bulan di Atas Tarakan masih terjaga
ketika cobe'cobe ampas minyak kelapa yang menyatu teri kering
mengantarku melayang pada negeri Bugis yang kutinggal
ada busara dengan aroma daun pisang di sini

Bulan di atas Tarakan temani aku menjelma kata

Pantai Amal Tarakan, 30 Desember 2012

Tuesday, December 25, 2012

Film Pendek dan Negeri Ironi

Makassar, 24 Desember 2012. Gerimis mulai menjelma hujan. Jalan di depan kantor Lembaga Perlindugan Anak Sulawesi Selatan (LPA) Sulsel masih basah, bahkan sesekali gerimis menderas. Biarlah gerimis, biarlah hujan. Shooting film dokumenter program Yapta-U, LPA Sulsel dan ILO IPEC harus tetap dilakukan. Gufran H. Kordi menjadi salah seorang narasumber kunci kali ini.

Irwan, Suhud Madjid, Makmur dan Gufran telah mendahuli saya tiba di kantor LPA Sulsel sementara Risnawati (Risna) dan Ayustina (Ayu) tiba beberapa menit setelah saya.

Saturday, December 8, 2012

Keluarga Demokratis

Giddens (2000: 102-111) menegaskan bahwa keluarga tidak mungkin lagi kembali pada pola keluarga tradisonal karena keluarga juga mengalami perubahan-perubahan. Kondisi kekinian menunjukkan bahwa ada ketidakberesan dalam perkawinan, keluarga dan pengasuhan anak. Karena itu dibutuhkan kondisi keluarga yang ideal. Bagi Giddens, hanya ada satu kisah keluarga yang pantas untuk zaman sekarang ini, yaitu keluarga demokratis.

Thursday, December 6, 2012

Keluarga Sehat



Isitilah Keluarga Sehat datang dari Fred P. Piercy, seorang sosiolog dari Purdue University. Piercy (1989: 1-7) yang juga pernah melakukan studi terhadap keluarga di Indonesia mengemukakan beberapa elemen keluarga sehat, yaitu:

Wednesday, December 5, 2012

Keluarga ideal



Meskipun rumah tangga kadang mengalami sisi gelap, namun rumah tangga juga mengalami sisi terang. Henslin (2006:143) membantah anggapan bahwa pernikahan jarang berhasil. Mendukung bantahannya ini, Henslin mengutip pandangan Cherlin dan Fusrtenberg (1988), Whyte (1992), bahwa  sekitar dua dari tiga orang menikah di Amerika merasa sangat bahagia dari pernikahan mereka. Sejalan dengan ini, Henslin juga mengutip hasil penelitian Jeannette dan Robert Lauer (1992) yang telah melakukan wawancara terhadap 351 pasangan yang telah menikah selama 15 tahun atau lebih. Ternyata, dari  hasil penelitian Jeannette dan Robert Lauer tersebut ditemukan bahwa terdapat 51 pasangan mengaku tidak bahagia tapi mereka tidak bercerai dengan alasan agama dan tradisi keluarga atau demi anak-anak, selebihnya adalah pasangan yang bahagia. Ada beberapa alasan mengapa 300 pasangan merasa bahagia adalah:

Tuesday, December 4, 2012

Pembagian Peran dalam Rumah Tangga

Pembagian peran kerja merupakan hal penting dalam sebuah rumah tangga. Karena itu, pembagian kerja juga patut diperhitungkan dalam memandang penelitian ini. Karena menurut Henslin  (2006:116), yang mengutip penelitian Hecker, Nowak dan Snyder, bahwa salah satu penyebab terjadinya perceraian adalah tingginya pendapatan isteri dibandingkan dengan pendapatan suami. Dengan demikian, pembagian peran dalam rumah tangga dipandang penting untuk dibahas.

Thursday, November 29, 2012

Cinta dan Rumah Tangga



Cinta memainkan peran yang demikian penting dalam sebuah rumah tangga. Bagi masyarakat Barat dan pada umumnya masyarakat dewasa ini memandang bahwa satu-satunya landasan suatu pernikahan adalah cinta. Cinta romantis biasanya diawali oleh daya tarik seksual. Seseorang akan meluangkan waktu dengan seseorang pula (perempuan maupun laki-laki) jika ia merasakan adanya daya tarik seksual itu. Ketika ditemukan bahwa seseorang memiliki perasaan yang sama dengan orang yang ia sediakan waktu luang itu maka dapat diberi label bahwa itulah perasaan cinta.

Tuesday, November 27, 2012

Puisi

Historia

Maka senjapun datang
air mata menjelma kunangkunang
menarinari di sela gemintang
ditantang ia melintang
di hati ia menghadang
lalu lelap berselimut petang

MATA MERAH PAK UDING



Syamsuddin Simmau


            Pak Uding termangu. Matanya menerawang. Sesekali lelaki berusia 65 tahun itu mendesah. Bukan lantaran menghabiskan tiga bungkus rokok setiap hari. Tapi dadanya memang begemuruh. Ada yang mengganjal. Pikirannya kusut. Matanya merah. Sudah tiga hari ia tak bisa memejamkan mata.
            Bagaimana tidak, pernikahan anak semata wayangnya dibatalkan secara sepihak. “Lelaki bangsat !” geramnya. Lagi-lagi Pak Uding membuang napas panjangnya. Jemari tuanya bergetar.

Sunday, November 25, 2012

Bentuk Keluarga

Menurut Henslin (2006:116) ada beberapa bentuk keluarga, yaitu: a)Keluarga batih (nuclear family), yang terdiri atas suami, isteri dan anak-anak. b)Keluarga besar (extended family), yaitu keluarga yang tidak hanya terdiri atas suami, isteri dan anak-anak tapi juga termasuk kakek, nenek, bibi, paman dan saudara sepupu. c)Keluaga orientasi (orientation family) yaitu keluarga dimana individu tumbuh dan berkembang. d)Keluarga prokreasis (procreation family), yaitu keluarga yang terbentuk jika suatu pasangan memperoleh anak pertama. Selain bentuk-bentuk keluarga tersebut, Goode (2004: 91) juga menyebut bentuk keluarga lain, yaitu keluarga gabungan (joint family). Bentuk keluarga ini terdiri dari orang-orang yang berhak atas kasil-hasil milik keluarga. Bentuk keluarga ini ditemukan di India, dimana saudara-saudara laki-laki generasi manapun bersama dengan anak-anak laki-laki mereka pada generasi berikutnya tambah anak laki-laki dari generasi ke tiga. Dalam hal ini mencakup semua saudara laki-laki pada setiap generasi dalam garis lurus dari beberapa saudara laki-laki tertentu selama unit tersebut masih lengkap. Penekanan berada pada saudara laki-laki karena menurut adat Hindu, anak laki-laki telah memiliki hak atas kekayaan keluarga sejak ia lahir.

Saturday, November 24, 2012

Sang Penari



Syamsuddin Simmau

Diach bukan penari sembarangan.
Ia adalah ratu penari. Penari penakluk.
Rambutnya berkibas bagai kawat baja.
Matanya bagai kucing betina lapar.

Sepulang menari, Diach melepas busananya satu-satu. Kancing atas kemejanya, kencing ke dua, tiga, dan ke empat. Lepas. Jean berwarna hitam, ketat juga dibuka. Kancing, lalu kancing ritsleting. Kaki kanan, lalu kaki kirinya dilepas. Diach kini hanya pakaian dalamnya yang berwarna serba hitam. Dua luka seperti bekas cakaran tergambar jelas diatas buah dadanya yang bagian kanan. Tampaknya luka itu luka bekas cakaran. Busana putih dan jeans hitam yang menemaninya seharian tergeletak di atas restbang yang ditutup seprei putih. Diach perempuna yang tak mengenal lelah.

Thursday, November 22, 2012

Keluarga dan Masyarakat

-->
Pendapat Henslin (2006:116), sebagaimana telah dijelaskan juga pada bab terdahulu bahwa keluarga (family) terdiri atas individu-individu yang menganggap bahwa mereka memiliki hubungan darah, pernihakan atau adopsi. Di negara-negara barat batas-batas antara rumah tangga dan keluarga tidak jelas karena mereka menganggap bahwa keluarga terdiri dari seorang suami, istri dan anak-anak. Tapi kenyataannya, ada juga rumah tangga yang hidup serumah dengan mertua atau orang tua mereka. Karena itu, keluarga dan rumah tangga bagi Henslin tidak terlalu dikotomikan.
Berdasar pada pandangan Henslin tersebut maka